Home Asesmen Asesmen Knowledge Management Asesmen Knowledge Management Kantor Gubernur

Asesmen Knowledge Management Kantor Gubernur

32 min read
0
0
110

Manfaat Asesmen Knowledge Management Kantor Gubernur

Asesmen Knowledge Management (KM) di Kantor Gubernur memiliki manfaat yang penting dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan, efisiensi operasional, serta pelayanan publik yang lebih baik. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari asesmen KM di Kantor Gubernur:

  1. Peningkatan Efektivitas Pemerintahan: Asesmen KM membantu Kantor Gubernur dalam mengoptimalkan penggunaan pengetahuan, data, dan informasi dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan. Ini dapat meningkatkan efektivitas pemerintahan dalam menjalankan tugas-tugasnya.
  2. Peningkatan Akses Informasi: Dengan manajemen pengetahuan yang baik, Kantor Gubernur dapat memberikan akses yang lebih baik kepada data dan informasi yang relevan kepada pejabat pemerintah dan masyarakat. Ini memungkinkan semua pihak untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
  3. Peningkatan Pengambilan Keputusan yang Terinformasi: Asesmen KM membantu pejabat pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih baik berdasarkan data dan informasi yang akurat. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dan strategis dalam hal perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya.
  4. Pengembangan Kebijakan yang Lebih Baik: Kantor Gubernur dapat menggunakan KM untuk mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ini mencakup penggunaan data dan informasi untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
  5. Meningkatkan Layanan Publik: Dengan manajemen pengetahuan yang baik, Kantor Gubernur dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang mereka berikan kepada masyarakat. Informasi tentang layanan dan prosedur dapat diakses dengan lebih mudah, dan layanan dapat ditingkatkan sesuai dengan umpan balik masyarakat.
  6. Peningkatan Kolaborasi Antar-Departemen: Asesmen KM merangsang kolaborasi antar-departemen dalam pemerintahan regional. Hal ini memungkinkan berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya, yang dapat menghasilkan kebijakan dan program yang lebih terkoordinasi.
  7. Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi: Dengan manajemen pengetahuan yang baik, Kantor Gubernur dapat meningkatkan akuntabilitas mereka kepada masyarakat. Informasi tentang kebijakan, anggaran, dan kinerja pemerintah dapat diakses dengan lebih transparan.
  8. Peningkatan Inovasi: KM juga memungkinkan Kantor Gubernur untuk merangsang inovasi dalam berbagai bidang pemerintahan, termasuk perencanaan pembangunan, layanan publik, dan penggunaan teknologi baru.

Asesmen KM di Kantor Gubernur adalah alat yang penting dalam memacu tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan yang lebih baik kepada warga negara.


Tentu, berikut adalah 5 pertanyaan asesmen untuk setiap kategori Knowledge Management Kantor Gubernur dengan jawaban level 1-5:

Kategori 1: Kepemimpinan dan Budaya Organisasi

1.1. Sejauh mana kepemimpinan di Kantor Gubernur mendukung inisiatif Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada dukungan kepemimpinan.
Level 2: Dukungan kepemimpinan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Dukungan kepemimpinan terbatas.
Level 4: Dukungan kepemimpinan diberikan secara rutin.
Level 5: Dukungan kepemimpinan sangat kuat dan terstruktur.

1.2. Bagaimana budaya organisasi di Kantor Gubernur mendukung berbagi pengetahuan dan kolaborasi?

Level 1: Budaya tidak mendukung berbagi pengetahuan.
Level 2: Budaya sedang dalam perubahan.
Level 3: Budaya mendukung berbagi pengetahuan, tetapi belum konsisten.
Level 4: Budaya mendukung berbagi pengetahuan secara rutin.
Level 5: Budaya sangat mendukung berbagi pengetahuan dan kolaborasi.

1.3. Apakah Kantor Gubernur memiliki strategi yang jelas untuk mengintegrasikan Knowledge Management dalam visi dan misi organisasi?

Level 1: Tidak ada strategi terkait Knowledge Management.
Level 2: Strategi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Strategi ada tetapi belum terintegrasi sepenuhnya.
Level 4: Strategi terintegrasi dalam visi dan misi secara rutin.
Level 5: Strategi sangat baik dan terstruktur.

1.4. Bagaimana Kantor Gubernur memotivasi staf untuk berpartisipasi dalam inisiatif Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada motivasi.
Level 2: Motivasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Motivasi terbatas.
Level 4: Motivasi diberikan secara rutin.
Level 5: Motivasi sangat baik dan terstruktur.

1.5. Sejauh mana Kantor Gubernur mempromosikan nilai-nilai etika dalam pengelolaan pengetahuan dan informasi?

Level 1: Tidak ada promosi nilai-nilai etika.
Level 2: Promosi nilai-nilai etika sedang dalam perencanaan.
Level 3: Promosi nilai-nilai etika terbatas.
Level 4: Promosi nilai-nilai etika dilakukan secara rutin.
Level 5: Promosi nilai-nilai etika sangat baik dan terstruktur.

Kategori 2: Pengumpulan dan Penyimpanan Pengetahuan

2.1. Bagaimana Kantor Gubernur mengumpulkan dan menyimpan pengetahuan baru?

Level 1: Tidak ada proses pengumpulan dan penyimpanan.
Level 2: Proses sedang dalam perencanaan.
Level 3: Proses terbatas dan tidak terstruktur.
Level 4: Proses pengumpulan dan penyimpanan dilakukan secara rutin.
Level 5: Proses pengumpulan dan penyimpanan sangat baik dan terstruktur.

2.2. Apakah Kantor Gubernur memiliki sistem atau teknologi yang mendukung pengumpulan dan penyimpanan pengetahuan?

Level 1: Tidak ada sistem atau teknologi.
Level 2: Sistem atau teknologi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Sistem atau teknologi terbatas.
Level 4: Sistem atau teknologi digunakan secara rutin.
Level 5: Sistem atau teknologi sangat baik dan terintegrasi.

2.3. Seberapa efisien Kantor Gubernur dalam mengelola basis data pengetahuan?

READ  Asesmen Knowledge Management Perguruan Tinggi

Level 1: Tidak efisien dalam pengelolaan basis data.
Level 2: Sedang dalam perbaikan.
Level 3: Efisiensi terbatas.
Level 4: Pengelolaan basis data efisien secara rutin.
Level 5: Pengelolaan basis data sangat efisien dan terstruktur.

2.4. Bagaimana Kantor Gubernur menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi penting?

Level 1: Tidak ada langkah keamanan dan kerahasiaan.
Level 2: Langkah keamanan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Langkah keamanan terbatas.
Level 4: Langkah keamanan dijalankan secara rutin.
Level 5: Langkah keamanan sangat baik dan terstruktur.

2.5. Apakah Kantor Gubernur memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, dan keamanan pengetahuan?

Level 1: Tidak ada kebijakan dan prosedur.
Level 2: Kebijakan dan prosedur sedang dalam perencanaan.
Level 3: Kebijakan dan prosedur terbatas.
Level 4: Kebijakan dan prosedur diterapkan secara rutin.
Level 5: Kebijakan dan prosedur sangat baik dan terstruktur.

Kategori 3: Berbagi dan Menyebarluaskan Pengetahuan

3.1. Bagaimana Kantor Gubernur mendorong staf untuk berbagi pengetahuan mereka dengan rekan kerja?

Level 1: Tidak ada insentif atau dorongan.
Level 2: Insentif sedang dalam perencanaan.
Level 3: Insentif terbatas.
Level 4: Insentif diberikan secara rutin.
Level 5: Insentif sangat baik dan terstruktur.

3.2. Apakah Kantor Gubernur memiliki platform atau media yang mendukung berbagi pengetahuan antara staf?

Level 1: Tidak ada platform atau media.
Level 2: Platform atau media sedang dalam perencanaan.
Level 3: Platform atau media terbatas.
Level 4: Platform atau media digunakan secara rutin.
Level 5: Platform atau media sangat baik dan terintegrasi.

3.3. Sejauh mana staf Kantor Gubernur merasa nyaman untuk berbagi pengetahuan tanpa takut akan sanksi atau kritik?

Level 1: Tidak nyaman dan takut akan sanksi.
Level 2: Sedikit nyaman, tetapi masih ragu.
Level 3: Cukup nyaman untuk berbagi sesekali.
Level 4: Nyaman dan sering berbagi pengetahuan.
Level 5: Sangat nyaman dan proaktif dalam berbagi pengetahuan.

3.4. Bagaimana Kantor Gubernur menyebarluaskan pengetahuan kepada pihak eksternal atau masyarakat?

Level 1: Tidak ada upaya untuk menyebarluaskan pengetahuan.
Level 2: Upaya sedang dalam perencanaan.
Level 3: Upaya terbatas.
Level 4: Pengetahuan disebarluaskan secara rutin.
Level 5: Upaya menyebarluaskan pengetahuan sangat baik dan terstruktur.

3.5. Apakah Kantor Gubernur memiliki mekanisme umpan balik untuk mengevaluasi efektivitas berbagi pengetahuan?

Level 1: Tidak ada mekanisme umpan balik.
Level 2: Mekanisme umpan balik sedang dalam perencanaan.
Level 3: Mekanisme umpan balik terbatas.
Level 4: Mekanisme umpan balik diterapkan secara rutin.
Level 5: Mekanisme umpan balik sangat baik dan terstruktur.

Kategori 4: Pemanfaatan Pengetahuan

4.1. Sejauh mana pengetahuan yang terkumpul digunakan dalam pengambilan keputusan di Kantor Gubernur?

Level 1: Tidak ada penggunaan pengetahuan.
Level 2: Penggunaan pengetahuan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Penggunaan pengetahuan terbatas.
Level 4: Penggunaan pengetahuan dilakukan dalam pengambilan keputusan rutin.
Level 5: Penggunaan pengetahuan sangat baik dan terstruktur dalam pengambilan keputusan.

4.2. Apakah Kantor Gubernur memiliki proses formal untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memanfaatkan pengetahuan yang ada?

Level 1: Tidak ada proses formal.
Level 2: Proses sedang dalam perencanaan.
Level 3: Proses terbatas.
Level 4: Proses formal digunakan secara rutin.
Level 5: Proses formal sangat baik dan terstruktur.

4.3. Sejauh mana pengetahuan yang dimiliki oleh individu atau unit di Kantor Gubernur dibagikan dengan unit lain yang membutuhkan?

Level 1: Tidak ada pembagian pengetahuan.
Level 2: Pembagian pengetahuan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Pembagian pengetahuan terbatas.
Level 4: Pembagian pengetahuan dilakukan secara rutin.
Level 5: Pembagian pengetahuan sangat baik dan terstruktur.

4.4. Bagaimana Kantor Gubernur memastikan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh individu tetap tersedia ketika individu tersebut meninggalkan organisasi?

Level 1: Tidak ada tindakan untuk memastikan kontinuitas pengetahuan.
Level 2: Tindakan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Tindakan terbatas.
Level 4: Tindakan diambil secara rutin.
Level 5: Kontinuitas pengetahuan sangat baik dan terstruktur.

4.5. Bagaimana Kantor Gubernur mendorong penggunaan pengetahuan untuk inovasi dan perbaikan?

Level 1: Tidak ada dorongan untuk inovasi.
Level 2: Dorongan untuk inovasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Dorongan untuk inovasi terbatas.
Level 4: Dorongan untuk inovasi ada dalam rutinitas.
Level 5: Dorongan untuk inovasi sangat baik dan terstruktur.

Kategori 5: Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

5.1. Apakah Kantor Gubernur secara rutin mengevaluasi efektivitas Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada evaluasi.
Level 2: Evaluasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Evaluasi terbatas.
Level 4: Evaluasi dilakukan secara rutin.
Level 5: Evaluasi sangat baik dan terstruktur.

5.2. Sejauh mana hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki inisiatif Knowledge Management?

Level 1: Hasil evaluasi tidak digunakan.
Level 2: Hasil evaluasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Hasil evaluasi terbatas digunakan.
Level 4: Hasil evaluasi digunakan secara rutin.
Level 5: Hasil evaluasi sangat baik dan digunakan untuk perbaikan.

READ  Asesmen Knowledge Management Kantor Bupati Atau Walikota

5.3. Apakah Kantor Gubernur memiliki tim atau unit yang bertanggung jawab untuk Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada tim atau unit.
Level 2: Tim atau unit sedang dalam perencanaan.
Level 3: Tim atau unit terbatas.
Level 4: Tim atau unit ada dan berjalan.
Level 5: Tim atau unit sangat baik dan terstruktur.

5.4. Bagaimana Kantor Gubernur melibatkan staf dan pemangku kepentingan dalam proses evaluasi dan perbaikan Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada keterlibatan.
Level 2: Keterlibatan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Keterlibatan terbatas.
Level 4: Keterlibatan staf dan pemangku kepentingan dilakukan secara rutin.
Level 5: Keterlibatan staf dan pemangku kepentingan sangat baik dan terstruktur.

5.5. Sejauh mana Kantor Gubernur berkomitmen untuk meningkatkan sistem Knowledge Management secara berkelanjutan?

Level 1: Tidak ada komitmen.
Level 2: Komitmen sedang dalam perencanaan.
Level 3: Komitmen terbatas.
Level 4: Komitmen ada dan berkelanjutan.
Level 5: Komitmen sangat kuat dan terstruktur.

Kategori 6: Teknologi dan Infrastruktur Knowledge Management

6.1. Sejauh mana Kantor Gubernur memanfaatkan teknologi untuk mendukung Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada penggunaan teknologi.
Level 2: Penggunaan teknologi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Penggunaan teknologi terbatas.
Level 4: Penggunaan teknologi ada dan digunakan secara rutin.
Level 5: Penggunaan teknologi sangat baik dan terstruktur.

6.2. Apakah Kantor Gubernur memiliki sistem basis data atau repositori digital untuk menyimpan dan mengakses pengetahuan?

Level 1: Tidak ada sistem basis data atau repositori digital.
Level 2: Sistem sedang dalam perencanaan.
Level 3: Sistem terbatas.
Level 4: Sistem ada dan digunakan secara rutin.
Level 5: Sistem sangat baik dan terstruktur.

6.3. Sejauh mana Kantor Gubernur melindungi pengetahuan dan informasi penting dari risiko keamanan dan akses yang tidak sah?

Level 1: Tidak ada langkah keamanan.
Level 2: Langkah keamanan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Langkah keamanan terbatas.
Level 4: Langkah keamanan diimplementasikan secara rutin.
Level 5: Langkah keamanan sangat baik dan terstruktur.

6.4. Apakah Kantor Gubernur memiliki aksesibilitas yang baik ke pengetahuan dan informasi, termasuk akses dari jarak jauh?

Level 1: Aksesibilitas sangat terbatas.
Level 2: Aksesibilitas sedang dalam perencanaan.
Level 3: Aksesibilitas terbatas.
Level 4: Aksesibilitas baik dan memadai.
Level 5: Aksesibilitas sangat baik, termasuk akses jarak jauh.

6.5. Bagaimana Kantor Gubernur mengelola pembaruan teknologi dan perangkat lunak untuk mendukung Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada pengelolaan pembaruan.
Level 2: Pengelolaan pembaruan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Pengelolaan pembaruan terbatas.
Level 4: Pengelolaan pembaruan dilakukan secara rutin.
Level 5: Pengelolaan pembaruan sangat baik dan terstruktur.

Kategori 7: Budaya Organisasi dan Kepemimpinan

7.1. Sejauh mana budaya organisasi Kantor Gubernur mendukung berbagi pengetahuan dan kolaborasi?

Level 1: Budaya tidak mendukung.
Level 2: Budaya sedang dalam perubahan.
Level 3: Budaya mendukung sebagian.
Level 4: Budaya mendukung sebagian besar.
Level 5: Budaya sangat mendukung.

7.2. Bagaimana peran pimpinan di Kantor Gubernur dalam mempromosikan Knowledge Management?

Level 1: Pimpinan tidak terlibat.
Level 2: Pimpinan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Pimpinan terlibat terbatas.
Level 4: Pimpinan terlibat secara rutin.
Level 5: Pimpinan sangat terlibat dan mempromosikan aktif.

7.3. Apakah Kantor Gubernur memiliki insentif atau penghargaan untuk mendorong staf berbagi pengetahuan dan berkolaborasi?

Level 1: Tidak ada insentif atau penghargaan.
Level 2: Insentif sedang dalam perencanaan.
Level 3: Insentif terbatas.
Level 4: Insentif diberikan secara rutin.
Level 5: Insentif sangat baik dan terstruktur.

7.4. Sejauh mana Kantor Gubernur mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam Knowledge Management dari organisasi sejenis atau luar negeri?

Level 1: Tidak ada adopsi praktik-praktik terbaik.
Level 2: Adopsi praktik-praktik terbaik sedang dalam perencanaan.
Level 3: Adopsi praktik-praktik terbaik terbatas.
Level 4: Adopsi praktik-praktik terbaik dilakukan secara rutin.
Level 5: Adopsi praktik-praktik terbaik sangat baik dan terstruktur.

7.5. Bagaimana Kantor Gubernur mengukur dan memantau budaya organisasi terkait Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada pengukuran atau pemantauan.
Level 2: Pengukuran dan pemantauan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Pengukuran dan pemantauan terbatas.
Level 4: Pengukuran dan pemantauan dilakukan secara rutin.
Level 5: Pengukuran dan pemantauan sangat baik dan terstruktur.

Kategori 8: Kapasitas dan Kompetensi

8.1. Apakah Kantor Gubernur memiliki program pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan kompetensi Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada program pelatihan.
Level 2: Program pelatihan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Program pelatihan terbatas.
Level 4: Program pelatihan ada dan rutin dilakukan.
Level 5: Program pelatihan sangat baik dan terstruktur.

8.2. Sejauh mana staf di Kantor Gubernur memiliki keterampilan Knowledge Management yang diperlukan?

Level 1: Staf tidak memiliki keterampilan yang diperlukan.
Level 2: Staf sedang dalam pengembangan keterampilan.
Level 3: Beberapa staf memiliki keterampilan yang diperlukan.
Level 4: Mayoritas staf memiliki keterampilan yang diperlukan.
Level 5: Semua staf memiliki keterampilan yang diperlukan.

READ  Asesmen Knowledge Management (KM) Sekolah

8.3. Bagaimana Kantor Gubernur mengidentifikasi dan mengisi kesenjangan dalam kompetensi Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada identifikasi atau tindakan.
Level 2: Identifikasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Identifikasi terbatas.
Level 4: Identifikasi dan tindakan diambil secara rutin.
Level 5: Identifikasi dan tindakan sangat baik dan terstruktur.

8.4. Sejauh mana Kantor Gubernur berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya untuk meningkatkan kapasitas Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada investasi.
Level 2: Investasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Investasi terbatas.
Level 4: Investasi dilakukan secara rutin.
Level 5: Investasi sangat baik dan terstruktur.

8.5. Bagaimana Kantor Gubernur mengukur efektivitas pelatihan dan pengembangan dalam meningkatkan kompetensi Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada pengukuran efektivitas.
Level 2: Pengukuran efektivitas sedang dalam perencanaan.
Level 3: Pengukuran efektivitas terbatas.
Level 4: Pengukuran efektivitas dilakukan secara rutin.
Level 5: Pengukuran efektivitas sangat baik dan terstruktur.

Kategori 9: Pengukuran dan Evaluasi Knowledge Management

9.1. Apakah Kantor Gubernur memiliki metrik atau key performance indicators (KPIs) untuk mengukur keberhasilan Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada metrik atau KPIs.
Level 2: Metrik atau KPIs sedang dalam perencanaan.
Level 3: Metrik atau KPIs terbatas.
Level 4: Metrik atau KPIs ada dan digunakan secara rutin.
Level 5: Metrik atau KPIs sangat baik dan terstruktur.

9.2. Bagaimana Kantor Gubernur mengumpulkan data terkait Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada pengumpulan data.
Level 2: Pengumpulan data sedang dalam perencanaan.
Level 3: Pengumpulan data terbatas.
Level 4: Pengumpulan data dilakukan secara rutin.
Level 5: Pengumpulan data sangat baik dan terstruktur.

9.3. Apakah Kantor Gubernur melakukan evaluasi berkala terhadap praktik Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada evaluasi.
Level 2: Evaluasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Evaluasi terbatas.
Level 4: Evaluasi dilakukan secara rutin.
Level 5: Evaluasi sangat baik dan terstruktur.

9.4. Bagaimana hasil evaluasi Knowledge Management digunakan untuk perbaikan?

Level 1: Hasil evaluasi tidak digunakan.
Level 2: Hasil evaluasi sedang dalam perencanaan penggunaannya.
Level 3: Hasil evaluasi digunakan terbatas.
Level 4: Hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan rutin.
Level 5: Hasil evaluasi sangat baik dan terstruktur untuk perbaikan.

9.5. Sejauh mana Kantor Gubernur berbagi hasil evaluasi Knowledge Management dengan pihak terkait dan pemangku kepentingan?

Level 1: Tidak ada berbagi hasil evaluasi.
Level 2: Berbagi hasil evaluasi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Berbagi hasil evaluasi terbatas.
Level 4: Berbagi hasil evaluasi dilakukan secara rutin.
Level 5: Berbagi hasil evaluasi sangat baik dan terstruktur.

Kategori 10: Pengembangan Masa Depan Knowledge Management

10.1. Bagaimana Kantor Gubernur merencanakan pengembangan Knowledge Management di masa depan?

Level 1: Tidak ada perencanaan.
Level 2: Perencanaan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Perencanaan terbatas.
Level 4: Perencanaan ada dan terstruktur.
Level 5: Perencanaan sangat baik dan terstruktur.

10.2. Apakah Kantor Gubernur memiliki visi jangka panjang untuk Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada visi.
Level 2: Visi sedang dalam perencanaan.
Level 3: Visi terbatas.
Level 4: Visi ada dan terstruktur.
Level 5: Visi sangat baik dan terstruktur.

10.3. Sejauh mana Kantor Gubernur mengidentifikasi tren dan perkembangan terbaru dalam Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada identifikasi tren.
Level 2: Identifikasi tren sedang dalam perencanaan.
Level 3: Identifikasi tren terbatas.
Level 4: Identifikasi tren dilakukan secara rutin.
Level 5: Identifikasi tren sangat baik dan terstruktur.

10.4. Bagaimana Kantor Gubernur berkomitmen untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada komitmen.
Level 2: Komitmen sedang dalam perencanaan.
Level 3: Komitmen terbatas.
Level 4: Komitmen ada dan berkelanjutan.
Level 5: Komitmen sangat kuat dan terstruktur.

10.5. Apakah Kantor Gubernur melibatkan staf dan pemangku kepentingan dalam pengembangan masa depan Knowledge Management?

Level 1: Tidak ada keterlibatan.
Level 2: Keterlibatan sedang dalam perencanaan.
Level 3: Keterlibatan terbatas.
Level 4: Keterlibatan dilakukan secara rutin.
Level 5: Keterlibatan sangat baik dan terstruktur.

Ini adalah pertanyaan asesmen untuk kategori Knowledge Management Kantor Gubernur dalam 10 kategori yang berbeda dengan jawaban level 1-5. Anda dapat menggunakan asesmen ini untuk mengevaluasi dan mengembangkan Knowledge Management di Kantor Gubernur.


Jika mempunyai pertanyaan berkaitan pengembangan Knowledge Management (KM) yang kami berikan dan berkeinginan kerjasama, silahkan untuk mengkontak kami, haitan.rachman@inosi.co.id 

Load More Related Articles
Load More By Moh. Haitan Rachman
Load More In Asesmen Knowledge Management
Comments are closed.

Check Also

Inovasi Melalui Knowledge Management (KM) dalam Perkembangan Ekosistem Bisnis Electric Vehicles

Industri kendaraan listrik (EV) sedang mengalami pertumbuhan yang pesat dan signifikan, di…